Tuhan Menghapus Aibnya
Lukas 1:7-13; Mazmur 113:9
Einstein mengatakan bahwa, “Ada dua cara menjalani hidup, yaitu menjalaninya
dengan keajaiban-keajaiban atau menjalani dengan biasa-biasa saja”. Di
Alkitab beberapa wanita mengalami keajaiban-keajaiban dalam hidupnya, misalnya
melahirkan dimasa usia lanjut alias sudah menopause. Wanita itu adalah Sara dan
Elisabet, mereka yang mandul akhirnya memiliki putra tunggal di usia emas
mereka. Dalam hidup Sara dan Elisabet digenapi firman Tuhan, “Ia menundukkan perempuanyang mandul di rumah
sebagai ibu anak-anak, penuh sukacita. Haleluya!” (Mzm 113:9).
Elisabet sungguh beruntung mendapat
suami saleh seperti Zakharia, yang tidak meninggalkan dan menceraikannya
walaupun ia mandul. Kemandulan yang diderita Elisabet sampai di usianya yang
terbilang uzur, berpotensi menciptakan sebuah stigma bagi dia dan suaminya.
William Barclay berkata, “Rabi-rabi
Yahudi mengatakan bahwa ada 7 orang yang tidak dikucilkan dari hadapan Tuhan
dan daftar itu dimulai dengan seorang Yahudi yang tidak mempunyai istri, atau
seorang Yahudi yang mempunyai istri tapi tidak mempunyai anak.” Artinya,
kemandulan Elisabet akan membuat Zakharia masuk kedalam kelompok orang yang
dikucilkan. Di sisi yang lain, waktu Elisabet hidup benar di hadapan Tuhan,
sebagian dari koleganya sangat mungkin mencurigai bahwa ia telah melakukan dosa
tersembunyi yang serius, yang membuatnya mandul. Ini adalah masalah besar yang
harus dihadapi oleh Elisabrt setiap hari, puluhan tahun lamnya. Dalam
keterbatasan, Elisabet dan suaminya sama sekali tidak memiliki cara untuk
menghapus aib itu. Namun, masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh manusia
ini sepenuhnya diserahkan ke tangan Tuhan.
Elisabet bersama Zakharia yang
saleh, memberi respons yang benar di
hadapan Tuhan. Mereka sehati dan bertekun berdoa mohon diberi keturunan. Pada
waktu yang tepat, Tuhan berkenan menjawab doa mereka dan mengirim seorang
malikat untuk membawa berita sukacita itu. Tidak tanggung-tanggung, Tuhan
mengutus malaikat Gabriel untuk memberitahu hal ini kepada Zakharia yang sedang
bertugas melayani di Bait Suci, “Jangan
takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, istrimu, akan
melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai di
Yohanes.” Puluhan tahun lamanya Elisabet menahan kerinduan hatinya untuk
menjadi seorang ibu yang dapat menimang bayi, tetapi hal ini tidak membuatnya
kecewa terhadpa Tuhan. Pada akhirnya Tuhan menyatakan pembelaanNya, Dia
menghapus aib Elisabet. Ketika Tuhan bertindak, ia member Elisabet seorang
putra, putra yang istimewa, yang mempersiapkan jalan bagi Mesias.
Aib atau stigma apa yang sedang Anda
sandang dalam situasi yang tidak bisa Anda tangani? Stigma sebagi penghutang
besar, perawan tua, atau wanita mandul? Letakkan masalah ini ke hadapan Tuhan
karena Dia punya cara tersendiri untuk menghapusnya.