Senin, 14 April 2014

Renungan


Tuhan Menghapus Aibnya
Lukas 1:7-13; Mazmur 113:9



Einstein mengatakan bahwa, “Ada dua cara menjalani hidup, yaitu menjalaninya dengan keajaiban-keajaiban atau menjalani dengan biasa-biasa saja”. Di Alkitab beberapa wanita mengalami keajaiban-keajaiban dalam hidupnya, misalnya melahirkan dimasa usia lanjut alias sudah menopause. Wanita itu adalah Sara dan Elisabet, mereka yang mandul akhirnya memiliki putra tunggal di usia emas mereka. Dalam hidup Sara dan Elisabet digenapi firman Tuhan, “Ia menundukkan perempuanyang mandul di rumah sebagai ibu anak-anak, penuh sukacita. Haleluya!” (Mzm 113:9).

Elisabet sungguh beruntung mendapat suami saleh seperti Zakharia, yang tidak meninggalkan dan menceraikannya walaupun ia mandul. Kemandulan yang diderita Elisabet sampai di usianya yang terbilang uzur, berpotensi menciptakan sebuah stigma bagi dia dan suaminya. William Barclay berkata, “Rabi-rabi Yahudi mengatakan bahwa ada 7 orang yang tidak dikucilkan dari hadapan Tuhan dan daftar itu dimulai dengan seorang Yahudi yang tidak mempunyai istri, atau seorang Yahudi yang mempunyai istri tapi tidak mempunyai anak.” Artinya, kemandulan Elisabet akan membuat Zakharia masuk kedalam kelompok orang yang dikucilkan. Di sisi yang lain, waktu Elisabet hidup benar di hadapan Tuhan, sebagian dari koleganya sangat mungkin mencurigai bahwa ia telah melakukan dosa tersembunyi yang serius, yang membuatnya mandul. Ini adalah masalah besar yang harus dihadapi oleh Elisabrt setiap hari, puluhan tahun lamnya. Dalam keterbatasan, Elisabet dan suaminya sama sekali tidak memiliki cara untuk menghapus aib itu. Namun, masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh manusia ini sepenuhnya diserahkan ke tangan Tuhan.

Elisabet bersama Zakharia yang saleh, memberi  respons yang benar di hadapan Tuhan. Mereka sehati dan bertekun berdoa mohon diberi keturunan. Pada waktu yang tepat, Tuhan berkenan menjawab doa mereka dan mengirim seorang malikat untuk membawa berita sukacita itu. Tidak tanggung-tanggung, Tuhan mengutus malaikat Gabriel untuk memberitahu hal ini kepada Zakharia yang sedang bertugas melayani di Bait Suci, “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, istrimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai di Yohanes.” Puluhan tahun lamanya Elisabet menahan kerinduan hatinya untuk menjadi seorang ibu yang dapat menimang bayi, tetapi hal ini tidak membuatnya kecewa terhadpa Tuhan. Pada akhirnya Tuhan menyatakan pembelaanNya, Dia menghapus aib Elisabet. Ketika Tuhan bertindak, ia member Elisabet seorang putra, putra yang istimewa, yang mempersiapkan jalan bagi Mesias.

Aib atau stigma apa yang sedang Anda sandang dalam situasi yang tidak bisa Anda tangani? Stigma sebagi penghutang besar, perawan tua, atau wanita mandul? Letakkan masalah ini ke hadapan Tuhan karena Dia punya cara tersendiri untuk menghapusnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ROTASI dan DILATASI (TRANSFORMASI GEOMETRI)

Kata transformasi, jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti perubahan, rupa. perubahan yang dapat terjadi pada bentuk, sifat, ...