Senin, 14 April 2014

Inspiratif Story

KESEIMBANGAN HIDUP

Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi meras hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari sang suami. Orang tua dan keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak lagi peduli kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu untuk keluarga, teman-teman lama bahkan saat merenung bagi diri sendiri.

Hingga suatu hari, karena ada masalah, si pemuda harus mendatangi salah seorang petinggi perusahaan di rumahnya. Setibanya disana, dia sempat terpukau saat melewati taman yang tertata rapi dan begitu indah.

“hai anak muda. Tunggulah didalam. Masih ada beberapa hal yang harus bapak selesaikan,” seru tuan rumah. Bukannya masuk, sipemuda menghampiri dan bertanya, “maaf pak, bagaimana bapak bias merawat taman yang begitu indah sambil tetap bekerja dan bisa membuat keputusan-keputusan hebat diperusahaan kita?”

Tanpa mengalihkan perhatian dari pekerjaan yang sedang dikerjakan, si bapak menjawab ramah, “anak muda, mau lihat keindahan yang lain? Kamu boleh keliling rumah ini. Tetapi, sambil berkeliling bawalah mangkok susu ini. Jangan tumpah ya. Setelah itu kembali kemari”.

Dengan sedikit heran, namun senang hati, diikuti perintah itu. Tak lama kenmudian, dia kembali dengan lega karena mangkok susu tidak tumpah sedikit pun. Si bapak  bertanya, “anak muda . kamu sudah lihat koleksi batu-batuanku? Atau bertemu dengan burung kesayanganku?”

Sambil tersipu malu, sipemuda menjawab, “maaf pak, saya belum melihat apa pun karena konsentrasi saya pada mangkok susu ini. Baiklah, saya akan pergi melihatnya.”

Saat kembali lagi dari mengelilingi rumah,  dengan nada gembira dan kagum dia berkata, “rumah bapak sungguh indah sekali, asri dan nyaman.” Tanpa diminta , dia menceritakan apa saja yang telah dilihatnya. Sibapak mendengar sambil tersenyum puas sambil mata tuanya melirik susu didalam mangkok yang hamper habis. Menyadari lirikan sibapak kearah mangkoknya, sipemuda berkata, “maaf pak, keasyikan menikmati indahnya rumah bapak, susunya tumpah semua”.

“hahaha! Anak muda. Apa yang kita pelajari hari ini? Jika susu dimangkok itu utuh, maka rumahku yang indah tidak tampak olehmu. Jika terlihat indah dimatamu, maka susunya tumpah semua. Sama seperti itulah kehidupan, harus seimbang. Seimbang menjaga agar susu tidak tumpah sekaligus rumah ini juga indah di matamu. Seimbang membagi waktu untuk pekerjaan dan keluarga. Semua kembali ke kita. Bagaimana membagi dan memanfaatkannya. Jika kita mampu menyeimbangkan dengan bijak, maka pasti kehidupan kita. Dan akan harmonis”.

Seketika itu si pemuda tersenyum gembira, “terima kasih, pak. Tidak diduga say telah menemukan jawaban kegelisahan saya selama ini. Sekarang saya tahu, kenapa orang-orang menjuluki bapak sebagai orang yang bijak dan baik hati.

*******************

Dapat membuat kehidupan seimbang tentu akan mendatangkan keharmonisan dan kebahagiaan. Namun bisa membuat kehidupan menjadi seimbang, itulah yang tidak mudah.

saya kira, kita membutuhkan proses pematangan pikiran dan mental. Butuh pengorbanan, perjuangan dan pembelajaran terus menerus. Dan yang pasti, untuk menjaga supaya tetap bias hidup seimbang dan harmonis, ini bukan urusan 1 atau 2 bulan, bukan masalah 5 tahu atau 10 tahun, tetapi kita butuh selam hidup. Selamat berjuang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ROTASI dan DILATASI (TRANSFORMASI GEOMETRI)

Kata transformasi, jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti perubahan, rupa. perubahan yang dapat terjadi pada bentuk, sifat, ...