Senin, 14 April 2014

Renungan


Istri Imam, Keturunan Harun
Lukas 1:5; Timotius 3:8-13

Bagi orang Israel, para imam yang disebut kohanim (jamak) atau kohen/cohen (tunggal), menyandang jabatan yang sifatnya turun-temurun melalui garis keturunan ayah. Keluarga-keluarga kohen ini berasal dari suku Lewi, dan secara  khusus lagi adalah keturunan Imam Besar harun. Pada masa Bait Suci pertama yang didirikan Salomo, kohen bertanggung jawab atas persembahan sehari-hari dan korban khusus pada hari-hari raya Yahudi. Namn, sejak masa Bait Suci kedua yang dnovasi oleh Heodes Agung, paa rabilah yang mnjadi tokoh penting dikalangan pemimpin orang Yahudi. Sekarang peranan kohen masih ada meskipun jauh berkurang pentingnya dibandingkan dengan masa Alkitab. Kohen hanya memberkati jemaat pada hari sabat, hari-hari raya Yahudi, dan setiap hari pada ibadah doa pagi.

Hukum Musa menuntut seorang kohen hanya menikahi seorang wanita yang bereputasi baik. Zakharia yang adalah seorang kohen memilih Elisabet, putrid seorang imam menjadi pendamping hidupnya. Kualitas pribadi dan rohani yang dimiliki oleh Elisabet baik, dan Alkitab yang adalah firman Tuhan menyatakan dia adalah wanita yang saleh. Elisabet bukan hanya sekedar wanita yang bereputasi baik, tetapi ia juga berasal dari garis keturunan harun. Di sisi yang lain, nama Elisabet memuliki arti yang sama dengan nama istri Harun, Eliseba, yang artinya “God is her oath” atau “Tuhan adalah nazarnya” (kel 6:22). Zakharia memilih istri yang tepat baginya, Elisabet, wanita yang mengikat hatinya kepada Tuhan.

Kesalehan seorang wanita merupaka dasar penting untuk membangun hubungan dalam pernikahan yang baik, terutama jika suaminya adalah seorang imam atau pelayan Tuhan. Kualitas perjalanan seorang wanita dengan Tuhan menentukan kemampuannya untuk berjalan dalam keharmonisan dengan pasangan hidupnya. Elisabet merupakan pasangan yang sepadan bagi Zakharia yang adalah seorang imam, pelayan di Bait Suci.
Dewasa  ini, ada perubahan yang besar di dalam paradigma penatalayanan gereja, di mana pemberdayaan kaum awam sebagai pelayan di dalam gereja semakin terbuka. Hal ini tidak bertentangan dengan firman Tuhan, aslakan orang yang dipilih menjadi pelayan Tuhan cakap dan memenuhi kriteria seperti yang disebutkan Paulus kepada Titus, gembala jemaat dkreta (Tit 1:6-9). Jika anda adalah seorang pria yang berstatus sebagai pelayan Tuhan, berupayalah memenuhi standar firman Tuhan. Jika anda adalah seorang wanita yang berperan sebagai pelayan atau pendamping suami dalam pelayanan. Jadilah wanita saleh seperti Elisabet. Jagalah perilaku, tutr kata, sikap, dan cara berpakaian kita supaya kita tidak menjadi batu sandungan. Wanita yang saleh akan menjadi surat pujian bagi suaminya. Bukankah kita akan berbahagia jika banyak orang mengatakan suami kita adalah pria yang beruntung karena memiliki istri yang saleh?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ROTASI dan DILATASI (TRANSFORMASI GEOMETRI)

Kata transformasi, jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti perubahan, rupa. perubahan yang dapat terjadi pada bentuk, sifat, ...