Lebah dan Organisasi
Dr.
N. Ganapaty merupakan seorang profesor di Tamil Tandu Agricultural University.
Percaya tak percaya. Beliau mengemukakan bahwa untuk menjadi sukses, hanya
dengan mengadopsi etika bekerja lebah. Seorang pekerja, bahkan organisasi, bisa
mendapatkan kesuksesan besar. Berikut merupakan pelajaran-pelajaran yang bisa
di petik dari cara bekerja lebah.
1. Pembagian tugas
Lebah
memiliki lingkungan sosial yang terstruktur, masing-masing lebah memiliki peran
dan job desk tersendiri. Secara
genetik mereka di program untuk tidak menyalahi wilayah yang bukan merupakan
wewenangnya. Jika seorang pekerja atau organisator mampu mengetahui perannya
dalam organisasi dengan baik dan menguasai peran tersebut, maka kinerjanya akan
meningkat dan perlahan mengantarkannya pada kesuksesan. Begitu juga organisasi
atau pemimpin organisasi mampu menerapkan hal ini, maka tak akan ada konflik
peran, meski memiliki peran yang berbeda. Kawanan lebah hanya memiliki satu
tujuan yang sama. Begitu juga dengan organisasi. Seorang pemimpin harus mampu
menjabarkan tujuan profesional secara real dan eksplisit, sehingga para
organisator atau pengurus dengan berbagai macam peran bersama-sama melangkah
untuk satu tujuan pasti di masa yang akan datang.
2. Semangat bekarja sama
Kerja
sama bagi lebah lebih penting dibandingkan dengan kompetisi. Tak seperti yang
ada di saat ini, dalam sebuah organisasi sarat akan aroma kompetisi yang sangat
kental, terutama pada organisasi-organisasi besar dan aktif. Oleh karena itu
seorang pemimpin dan para organisator harus dapat menyatukan pengetahuan dan
pengalaman, serta saling bekerja sama akan membuat pekerjaan menjadi efisien
dan efektif. Tak ada konflik yang terjadi. Masing-masing organisator dapat
saling menghormati kontribusi dan perannya.
3. Setia
Loyalitas
merupakan kunci kelangsungan hidup jangka panjang. Lebah setia terhadap
pekerjaan yang mereka lakukan. Jika mereka membutuhkan waktu yang lama untuk
mengambil madu dari satu bunga, maka mereka akan melakukannya terus-menerus. Organisator
yang baik juga harus setia dengan peran dan job
desk dalam organisasinya. Tekun dan
tak mudah berpaling, serta harus setia terhadap aturannya.
4. Kewajiban dulu, baru hak
Bagi
lebah, kepentingan kawanannya lebih dahulu yang harus di utamakan, baru
kemudian kepenntingan pribadi. Mereka bekerja mengambil madu untuk kepentingan
bersama. Begitu juga dengan lebah yang bertugas menjaga sarang, itu semua
semata-mata dilakukan agar sarang dan seluruh kawanannya tidak akan terancam
rusak dan mati. Oleh karena itu, para organisator harus mampu mendahulukan
kewajibannya dibandingkan haknya. Jika dalam melaksanakan pekerjaannya dalam
sebuah organisasi, maka harus ada prioritas untuk mendahulukan kewajibannya.
Karena, bila seorang organisator hanya mementingkan ego pribadi, bukan tidak
mungkin organisasi tersebut akan mati dan hilang dari peredaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar