Senin, 14 April 2014

Organisasi


Lebah dan Organisasi

Dr. N. Ganapaty merupakan seorang profesor di Tamil Tandu Agricultural University. Percaya tak percaya. Beliau mengemukakan bahwa untuk menjadi sukses, hanya dengan mengadopsi etika bekerja lebah. Seorang pekerja, bahkan organisasi, bisa mendapatkan kesuksesan besar. Berikut merupakan pelajaran-pelajaran yang bisa di petik dari cara bekerja lebah.
     1.    Pembagian tugas
Lebah memiliki lingkungan sosial yang terstruktur, masing-masing lebah memiliki peran dan job desk tersendiri. Secara genetik mereka di program untuk tidak menyalahi wilayah yang bukan merupakan wewenangnya. Jika seorang pekerja atau organisator mampu mengetahui perannya dalam organisasi dengan baik dan menguasai peran tersebut, maka kinerjanya akan meningkat dan perlahan mengantarkannya pada kesuksesan. Begitu juga organisasi atau pemimpin organisasi mampu menerapkan hal ini, maka tak akan ada konflik peran, meski memiliki peran yang berbeda. Kawanan lebah hanya memiliki satu tujuan yang sama. Begitu juga dengan organisasi. Seorang pemimpin harus mampu menjabarkan tujuan profesional secara real dan eksplisit, sehingga para organisator atau pengurus dengan berbagai macam peran bersama-sama melangkah untuk satu tujuan pasti di masa yang akan datang.
      2.    Semangat bekarja sama
Kerja sama bagi lebah lebih penting dibandingkan dengan kompetisi. Tak seperti yang ada di saat ini, dalam sebuah organisasi sarat akan aroma kompetisi yang sangat kental, terutama pada organisasi-organisasi besar dan aktif. Oleh karena itu seorang pemimpin dan para organisator harus dapat menyatukan pengetahuan dan pengalaman, serta saling bekerja sama akan membuat pekerjaan menjadi efisien dan efektif. Tak ada konflik yang terjadi. Masing-masing organisator dapat saling menghormati kontribusi dan perannya.
      3.    Setia
Loyalitas merupakan kunci kelangsungan hidup jangka panjang. Lebah setia terhadap pekerjaan yang mereka lakukan. Jika mereka membutuhkan waktu yang lama untuk mengambil madu dari satu bunga, maka mereka akan melakukannya terus-menerus. Organisator yang baik juga harus setia dengan peran dan job desk dalam organisasinya. Tekun dan  tak mudah berpaling, serta harus setia terhadap aturannya.
      4.    Kewajiban dulu, baru hak
Bagi lebah, kepentingan kawanannya lebih dahulu yang harus di utamakan, baru kemudian kepenntingan pribadi. Mereka bekerja mengambil madu untuk kepentingan bersama. Begitu juga dengan lebah yang bertugas menjaga sarang, itu semua semata-mata dilakukan agar sarang dan seluruh kawanannya tidak akan terancam rusak dan mati. Oleh karena itu, para organisator harus mampu mendahulukan kewajibannya dibandingkan haknya. Jika dalam melaksanakan pekerjaannya dalam sebuah organisasi, maka harus ada prioritas untuk mendahulukan kewajibannya. Karena, bila seorang organisator hanya mementingkan ego pribadi, bukan tidak mungkin organisasi tersebut akan mati dan hilang dari peredaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ROTASI dan DILATASI (TRANSFORMASI GEOMETRI)

Kata transformasi, jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti perubahan, rupa. perubahan yang dapat terjadi pada bentuk, sifat, ...