Jumat, 14 Agustus 2020

Bentuk Penyajian Data | STATISTIKA

 A.      Bentuk Penyajian Data

Data yang diperoleh dari suatu pengukuran dan masih berwujud catatan yang belum mengalami pengolahan atau penyusunan disebut data kasar (raw data). Tahap berikutnya setelah data terkumpul adalah mengelompokkan data sesuai dengan tujuan penelitian. Agar lebih mudah di analisis, data tersebut disederhanakan terlebih dahulu.

Penyajian data dilakukan ke dalam tampilan yang sistematis untuk keperluan analisis, sehingga memberikan informasi yang bermakna. Untuk menghasilkan gambaran data yang komunikatif dan informatif, maka data harus disajikan sesuai kebutuhan. Bentuk penyajian data yang kali ini dibahas adalah penyajian dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan bentuk diagram.

1.        Penyajian Data Dalam Bentuk Tabel Distribusi Frekuensi

Tabel distribusi frekuensi dapat diartikan sebagai sebuah tabel yang berisi nilai-nilai data yang dikelompokkan ke dalam interval-interval, dan setiap interval nilai masing-masing mempunyai frekuensi.

Langkah-langkah membuat tabel distribusi frekuensi :

a)        Menentukan jangkauan (Range).

 


b)       Menentukan banyak kelas (Aturan Sturgess).

 

 

c)        Menentukan panjang kelas (Interval).

 

 

d)       Membuat tabel distribusi frekuensi.

------------------------------------------------------------------------------------------        

        Contoh

Diketahui hasil ujian Bahasa Inggris untuk 40 siswa/i sebagai berikut :

 

 

 





Buatlah Tabel Frekuensi dari data tersebut!

 

Penyelesaian

Pastikan data di urutkan terlebih dahulu dari data terkecil sampai terbesar

a)      Menentukan jangkauan (Range).

        


b)       Menentukan banyak kelas (Aturan Sturgess).

        


c)        Menentukan panjang kelas (Interval).

        


d)       Membuat tabel distribusi frekuensi.

        



 2.        Penyajian Data Dalam Bentuk Diagram

a)        Diagram Histogram dan Poligon

Histogram merupakan diagram batang yang saling berhimpitan dan digunakan untuk menyajikan data dalam bentuk distribusi frekuensi. Sumbu tegak menyatakan nilai frekuensi dan sumbu mendatar menyatakan nilai tepi kelas (tepi bawah dan atas).

 

 

Poligon merupakan diagram garis yang digunakan untuk menyajikan data dalam bentuk distribusi frekuensi. Sumbu tegak menyatakan nilai frekuensi dan sumbu mendatar menyatakan nilai tengah kelas.

 

b)       Diagram Ogive

Ogive merupakan diagram garis yang disusun dalam bentuk grafik frekuensi kumulatif kurang dari (ogive positif) dan frekuensi kumulatif lebih dari (ogive negatif). Sumbu tegak menyatakan nilai frekuensi kumulatif dan sumbu mendatar menyatakan nilai tepi kelas.

 -------------------------------------------------------------------------------------


Contoh

Diketahui tabel distribusi frekuensi sebagai berikut :

               

             Buatlah Diagram Histogram, Poligon dan Ogive data tersebut!

 

Penyelesaian

v  Histogram

Pastikan membuat bantuan tabel tepi kelas.



v  Poligon

Pastikan membuat bantuan tabel nilai tengah.




v  Ogive

 Pastikan     membuat     bantuan tabel     tepi kelas dan     Fkum  (≤ dan ≥).

 

c)        Diagram Lingkaran

Diagram lingkaran merupakan suatu diagram yang berupa lingaran, dimana daerah lingkaran menggambarkan data seluruhnya, sedangkan bagian dari data digambarkan dengan juring atau sektor.


Contoh

Dari 40 siswa kelas XII SMK PGRI 37 Jakarta terdapat 15 siswa menyukai pelajaran Matematika, 8 siswa menyukai pelajaran Penjasorkes, 10 siswa menyukai pelajaran Sejarah, 5 siswa menyukai pelajaran Bahasa Indonesia, 2 siswa menyukai pelajaran Bahasa Inggris.

Berdasarkan data tersebut buatlah Diagram Lingkarannya dan tunjukkan persentase dan derajatnya!


Penyelesaian

Pastikan membuat bantuan tabel perhitungannya.

Konsep Dasar Statistika | STATISTIKA

Tujuan Pembelajaran :

Ø  Memahami konsep dasar statistika

Ø  Menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram

Ø  Menentukan ukuran pemusatan data

Ø  Menentukan ukuran letak data

Ø  Menentukan ukuran penyebaran data

 

A.   Konsep Dasar Statistika

Statistika berkaitan erat dengan suatu penelitian. Penelitian merupana suatu egiatan ilmiah yang bertujuan untuk mencari kebenaran dari suatu permasalahan yang timbul akibat adanya perbedaan penafsiran atau pendapat orang mengenai suatu hal.

Dalam mempelajari stastistika, pada dasarnya berkepentingan dengan penyajian dan penafsiran suatu kejadiaan atau peristiwa yang terjadi dala kehidupan sehari-hari. Misalnya kita akan mencatat perkembangan nilai siswa dan jumlah tatap muka, untuk kemudian mendapatkan alasan perlunya jam tambahan di luar jam yang ada disekolah, dan sebagainya. Untuk memulai pembahasan statistika yaitu dengan mempalajari dahulu konsep dasar statistika.

1.    Statistik dan Statistika

a)  Statistik adalah kumpulan angka atau nilai yang menggambarkan karakteristik suatu kumpulan data.

b) Statistika adalah ilmu pngtahuan yang mempelajari statstik yaitu cara engumpulan, pengolahan, penyajian dan penafsiran data serta menarik kesimpulannya.

2.    Populasi dan Sampel

a)   Populasi adalah Semua objek yang menjadi sasaran untuk diamati dan dipelajari.

b)   Sampel adalah sebagian atau bagian dari populasi yang di ambil untuk diteliti atau dipelajari dan dijadikan dasar dalam menarik kesimpulan.

3.    Datum dan Data

a)     Datum adalah hasil keterangan yang diperoleh dari suatu pengamatan.

b)  Data adalah kumpulan dari datum atau kumpulan hasil keterangan yang diperoleh dari suatu pengamatan.

4.    Pengumpulan Data

a)    Wawancara (Interview)

Wawancara adalah teknik mengumpulkan data dengan cara tanya jawab secara langsung dengan sumber data (orang-orang) yang dianggap mampu memberikan data yang diperlukan.

b)    Angket (Kuisioner)

Angket adalah teknik mengumpulkan data dengan cara memberikan pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun dalam suatu daftar pertanyaan.

c)     Pengamatan (Observasi)

Pengamatan adalah teknik mengumpulkan data dengan cara melakukan pengawasan terhadap suatu peristiwa atau kejadian baik secara langsung atau tidak langsung.

Rabu, 12 November 2014

Inspiratif Story "Semangkuk Bakso"

SEMANGKUK BAKSO

Biasanya dihari ulang tahun putri, ibu pasti sibuk di dapur memasak dan menghidangkan makanan kesukaannya. Tepat saat yang ditunggu, betapa kecewa hati si putri , meja makan kosong, tidak tampak sedikit pun bayangan makanankesukaannya tersedia disana. Putri kesal, marah dan jengkel.

“huh, ibu sudah tidak sayang lagi padaku. Sudah tidak ingat hari ulang tahun anaknya sendiri, sungguh keterlaluan,” gerutunya dalam hati. ”Ini semua  pasti gara-gara adinda sakit semalam sehingga ibu lupa pada ulang tahun dan makanan kesukaanku. Dasar anak manja!”

Ditunggu sampai siang, tampaknya orang serumah tidak peduli lagi kepadanya. Tidak ada yang memberi selamat, ciuman atau mungkin memberi kado untuknya.

Dengan perasaan marah dan sedih, putrid pergi meninggalkan rumah begitu saja. Perut kosong dan pikiran dipenuhi kejengkelan membuatnya berjalan sembarangan. Saat melewati sebuah gerobak penjual bakso dan mencium aroma nikmat, tiba-tiba putrid sadar, betapa lapar perutnya! Dia menatap nanar kepulan asap diatas semangkuk bakso.

“mau beli bakso, neng? Duduk saja didalam,” sapa situkang baskso.

“mau, bang. Tapi saya tidak punya uang,” jawabnya tersipu malu.

“bagaimana kalau hari ini abang traktir kamu? Duduklah, abang siapin mie bakso yang super enak.”

Putri pun segara duduk didalam.

Tiba-tiba, dia tidak kuasa menahan air matanya, ”lho, kenapa menangis, neng?” Tanya si abang tukang bakso.

“saya jadi ingat ibu saya, bang. Sebenarnya…hari ini saya ulang tahun. Malah abang, yang tidak saya kenal, yang member saya makan. Ibuku sendiri tidak ingat hari ulang tahunku apalagi member makanan kesukaanku. Saya sedih dan kecewa, bang.”

“Neng cantik, abang yang baru sekali aja memberi makanan bisa bikin neng terharu sampai nangis. Lho, padahal ibu dan bapak neng, yang ngasih makan tiap hari, dari neng bayi sampai segede gini, apa neng pernah terharu seperti ini? Jangan ngeremehin orantua sendiri neng, ntar nyesel lho.”

Putri seketika tersadar, “kenapa aku tidak pernah berpikir seperti itu?”

Setelah menghabiskan makanan dan berucap banyak terima kasih, putrid bergegas pergi. Setibanya dirumah, ibunya menyambut dengan pelukan hangat, wajah cemas sekaligus lega, “putri, dari mana kamu seharian ini, ibu tidak tahu harus mencari kamu kemana. Putri selamat ulang tahun ya.
“ibu, maafkan putri, bu,” putri pun menangis dan menyesal dipelukan ibunya. Dan yang membuat putri semakin menyesal, ternyata didalam rumah hadir pula sahabat-sahabat  dan paman serta bibinya. Ternyata ibu putri membuatkan pesta kejutan untuk putri kesayangannya.

****************************

Saat kita mendapatkan pertolongan atau menerima pemberian sekecil apapun dari orang lain, sering kali kita begitu senang dan selalu berterima kasih. Sayangnya, kadang kasih dan kepedulian tanpa syarat yang diberikan oelh orang tua dan saudara tidak tampak dimata kita. Seolah menjadi kewajiban orang tua untuk selalu berada diposisi siap membantu, kapan pun.

Bahkan  jika hal itu tidak terpenuhi, segera kita memvonis atau menjust, yang tidak sayanglah, yang tidak mengerti anak sendiri atau dilanda persaan sedih, marah dan kecewa yang hanya merugikan diri kita sendiri.


Maka untuk itu, “kita butuh untuk belajar dan belajar mengendalikan diri, agar kita mampu hidup secara harmonis dengan keluarga, orang tua, saudara, teman, sahabat dan dengan masyarakat lainnya.”

Senin, 14 April 2014

Renungan


Tuhan Menghapus Aibnya
Lukas 1:7-13; Mazmur 113:9



Einstein mengatakan bahwa, “Ada dua cara menjalani hidup, yaitu menjalaninya dengan keajaiban-keajaiban atau menjalani dengan biasa-biasa saja”. Di Alkitab beberapa wanita mengalami keajaiban-keajaiban dalam hidupnya, misalnya melahirkan dimasa usia lanjut alias sudah menopause. Wanita itu adalah Sara dan Elisabet, mereka yang mandul akhirnya memiliki putra tunggal di usia emas mereka. Dalam hidup Sara dan Elisabet digenapi firman Tuhan, “Ia menundukkan perempuanyang mandul di rumah sebagai ibu anak-anak, penuh sukacita. Haleluya!” (Mzm 113:9).

Elisabet sungguh beruntung mendapat suami saleh seperti Zakharia, yang tidak meninggalkan dan menceraikannya walaupun ia mandul. Kemandulan yang diderita Elisabet sampai di usianya yang terbilang uzur, berpotensi menciptakan sebuah stigma bagi dia dan suaminya. William Barclay berkata, “Rabi-rabi Yahudi mengatakan bahwa ada 7 orang yang tidak dikucilkan dari hadapan Tuhan dan daftar itu dimulai dengan seorang Yahudi yang tidak mempunyai istri, atau seorang Yahudi yang mempunyai istri tapi tidak mempunyai anak.” Artinya, kemandulan Elisabet akan membuat Zakharia masuk kedalam kelompok orang yang dikucilkan. Di sisi yang lain, waktu Elisabet hidup benar di hadapan Tuhan, sebagian dari koleganya sangat mungkin mencurigai bahwa ia telah melakukan dosa tersembunyi yang serius, yang membuatnya mandul. Ini adalah masalah besar yang harus dihadapi oleh Elisabrt setiap hari, puluhan tahun lamnya. Dalam keterbatasan, Elisabet dan suaminya sama sekali tidak memiliki cara untuk menghapus aib itu. Namun, masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh manusia ini sepenuhnya diserahkan ke tangan Tuhan.

Elisabet bersama Zakharia yang saleh, memberi  respons yang benar di hadapan Tuhan. Mereka sehati dan bertekun berdoa mohon diberi keturunan. Pada waktu yang tepat, Tuhan berkenan menjawab doa mereka dan mengirim seorang malikat untuk membawa berita sukacita itu. Tidak tanggung-tanggung, Tuhan mengutus malaikat Gabriel untuk memberitahu hal ini kepada Zakharia yang sedang bertugas melayani di Bait Suci, “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, istrimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai di Yohanes.” Puluhan tahun lamanya Elisabet menahan kerinduan hatinya untuk menjadi seorang ibu yang dapat menimang bayi, tetapi hal ini tidak membuatnya kecewa terhadpa Tuhan. Pada akhirnya Tuhan menyatakan pembelaanNya, Dia menghapus aib Elisabet. Ketika Tuhan bertindak, ia member Elisabet seorang putra, putra yang istimewa, yang mempersiapkan jalan bagi Mesias.

Aib atau stigma apa yang sedang Anda sandang dalam situasi yang tidak bisa Anda tangani? Stigma sebagi penghutang besar, perawan tua, atau wanita mandul? Letakkan masalah ini ke hadapan Tuhan karena Dia punya cara tersendiri untuk menghapusnya.

ROTASI dan DILATASI (TRANSFORMASI GEOMETRI)

Kata transformasi, jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti perubahan, rupa. perubahan yang dapat terjadi pada bentuk, sifat, ...