Jumat, 04 Oktober 2013

Problem of Education



Banyaknya masalah pendidikan matematika di Indonesia merupakan salah satu alasan untuk mereformasikan pendidikan matematika di sekolah. Masalah umum dalam pendidikan matematika antara lain : rendahnya daya saing di ajang internasional, rendahnya rata-rata nilai UN (Ujian Nasional) bila dibandingkan dengan pelajaran lain, rendahnya minat belajar matematika disebabkan asumsi anak terhadap pelajaran matematika terasa sulit, karena dalam pembelajaran matematika sering terlihat siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran, keberanian siswa untuk bertanya kepada guru sangat rendah, apabila ditanya oleh guru tidak ada yang mau menjawab, jika ditunjuk.
Faktor lain yang berpengaruh adalah cara mengajar guru yang tidak tepat. Pembelajaran yang biasa diterapkan selama ini menggunakan metode ekspositori, di mana pembelajaran berpusat pada guru, siswa pasif, dan kurang terlibat dalam pembelajaran. Hal ini menyebabkan siswa mengalami kejenuhan yang berakibat kurangnya minat belajar. Minat belajar akan tumbuh dan terpelihara apabila kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara bervariasi, baik melalui variasi model maupun media alat peraga.
Proses belajar di sini dimaknai sebagai suatu kegiatan dan usaha untuk mencapai perubahan tingkah laku, sedang perubahan tingkah laku tersebut merupakan hasil belajar. Keberhasilan proses belajar salah satunya dapat dilihat pada hasil maupun prestasi yang baik. Karena dalam pembelajaran matematika prestasi merupakan salah satu tolak ukur proses belajar mengajar, sampai saat ini kondisi pengajaran matematika memang belum seperti yang diharapkan, kritik dan sorotan masih dikemukakan antara lain adanya kemerosotan mutu lulusan yang ditandai dengan rendahnya hasil dan prestasi belajar matematika.

ROTASI dan DILATASI (TRANSFORMASI GEOMETRI)

Kata transformasi, jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti perubahan, rupa. perubahan yang dapat terjadi pada bentuk, sifat, ...